layung memulas langit saat senja
menjadi simbol sebuah kesempurnaan
apakah saat itu kau melihat tarian bunga ilaang?
yang menatap dirimu dalam keramaian
menatap teduh dengan mata sunyi
kemudian merunduk
mengapa aku harus berpikir bahwa detik tak berpihak padaku?
hanya ada tirai terbentang yang tak dapat ku sibakkan
lantas,
mengapa sampai aku tidak dapat menyibakkan?
entahlah,
mungkin aku hanya dapat menatapmu dengan beberapa kata
lembayung menjadi saksi atas sebuah penantian
yang menyaksikansebuah tarian dan bisikan
terkadang,
pijakan kaki-kaki kecilpun ikut menari
menyempurnakan simfoni-simfoni alam
aku terperangkap kata hati
menanti sebuah keajaiban Tuhan
menjadi simbol sebuah kesempurnaan
apakah saat itu kau melihat tarian bunga ilaang?
yang menatap dirimu dalam keramaian
menatap teduh dengan mata sunyi
kemudian merunduk
mengapa aku harus berpikir bahwa detik tak berpihak padaku?
hanya ada tirai terbentang yang tak dapat ku sibakkan
lantas,
mengapa sampai aku tidak dapat menyibakkan?
entahlah,
mungkin aku hanya dapat menatapmu dengan beberapa kata
lembayung menjadi saksi atas sebuah penantian
yang menyaksikansebuah tarian dan bisikan
terkadang,
pijakan kaki-kaki kecilpun ikut menari
menyempurnakan simfoni-simfoni alam
aku terperangkap kata hati
menanti sebuah keajaiban Tuhan
cuit cuit
BalasHapus